Minggu, 17 November 2013

AKUPRESSUR sebagai pelayanan baru Puskemas Massenga

Upaya pemerintah dalam memajukan pembangunan kesehatan tidak hanya terbatas pada layanan modern. Tetapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan juga menyadari memadukan konsep kesehatan tradisional yang memang juga mengalami perkembangan, serta diminati oleh masyarakat.
Akupressur sebagai pengobatan alternatif nantinya menjadi lain bagi masyarakat untuk berobat. Oleh sebab itu puskesmas Massenga mencoba menjalankan kebijakan Kemenkes dengan membuka layanan baru. Salah seorang petugas Akupressur yakni Fatmawati merasa sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan tersebut. Selanjutnya dikatakan cukup gembira dapat menambah wawasan sehingga dengan antusias mencoba menerapkan ilmunya. Diawal pelaksanaan terfokus kepada pasien nifas agar ibu yang bersangkutan dapat memberi ASI kepada bayinya.
Sebagai program baru tentu mengalami kendala, baik sarana tempat maupun tarif yang harus digunakan. Olehnya itu harapan kedepan adanya tarif yang dikeluarkan berupa PERDA menjadi impian pelaksana.
SELAMAT ....SEMOGA AKUPRESSUR MENJADI PILIHAN ALTERNATIF TERBAIK DAN MENDAPAT DUKUNGAN DARI BERBAGAI PIHAK....AMIEN

Rabu, 21 Agustus 2013

SEMANGAT BARU PUSKESMAS MASSENGA

Upaya meningkatkan mutu pelayanan diperlukan sumberdaya sarana dan tenaga yang cukup. menyadari pentingnya hal tersebut perlu mengadakan pembenahan secara kontinyu dan berkelanjutan.
Berangkat dari keterbatasan adalah  titik tolak yang sangat baik dan perlu senantiasa berada dalam tatanan yang baik untuk bergerak sejajar dengan pelayanan kesehatan yang lain.
 selamat berubah.....itu sangat penting







Rabu, 24 Juli 2013

PELAKSANAAN POSBINDU DI KEL LANTORA KAB. POLEWALI MANDAR

Salam Sehat.
Tujuan diadakannya Posbindu adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan  keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan. Jadi dengan adanya Posbindu diharapkan adanya kesadaran dari usia lanjut untuk membina kesehatannya serta meningkatkan  peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam mengatasi kesehatan usia lanjut. Fungsi dan tugas pokok Posbindu yaitu membina lansia supaya tetap bisa beraktivitas, namun  sesuai kondisi usianya agar tetap sehat, produktif dan mandiri selama mungkin serta melakukan upaya rujukan bagi yang membutuhkan (Depkes, 2007).
Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
1.         Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia
2.         Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia
3.  Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
4.    Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia dalam usa meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.
      5.         Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat
         Pada tanggal 3 Juli 2013, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelayanan POSBINDU perdana bagi masyarakat lantora. Adapun petugas yan terlibat Muh. Anwar (Ka.UPT PKM Massenga), Sri Wahyuni (Pengelola Posbindu), Hj. Ida (Promkes) dan dibantu oleh Abd Azis dan H. Syaiful. Melalui kegiatan Posbindu di Kelurahan Lantora, kami berharap mampu mendeteksi juga penyakit tidak menular secara dini faktor resiko yang ada pada seseorang.
         Dalam kegiatan ini masyarakat cukup antusias memeriksakan dini kesehatannya, diantaranya pemeriksaan tekanan darah, gula, kolesterol, lingkar perut, lemak tubuh, IMT dan lainnya. Ini mencerminkan semakin sadarnya masyarakat terhadap kondisi kesehatan yang berkembang., terutama meningkatnya penyakit tidak menular.
PENYAKIT TIDAK MENULAR SEMAKIN MENINGKAT, KESADARAN UNTUK MENCEGAH HARUS JUGA MENINGKAT.......BRAVO

Kamis, 13 Juni 2013

PROGRAM DAN KEGIATAN dalam Perencanaan

Puskesmas merupakan puskesmas terbesar ke 4, yang senantiasa berupaya bersaing dengan Puskesmas lainnya. Dari hasil analisis SWOT yang ada terdapat potensi dan kendala dari sisi internal. Lihatlah potensi pengembangan tenaga yang senantiasa digenjot oleh Dinas Kesehatan, diantaranya pelatihan PONED, pelatihan PTM, pelatihan Batra (akupressor) serta banyak lagi yang tidak sempat disebutkan. Prasarana yang terus diupayakan pembenahan dan kelengkapannya, semakin menunjukkan indikasi akan adanya perubahan kearah yang lebih baik.
Tidak hanya sampai disitu, juga BPJS semakin dekat diambang mata. Ini akan menuntut kerja keras untuk perbaikan layanan kesehatan yang prima. Disamping itu upaya mendesak sekarang adalah menurunkan angka rujukan ke tingkat lanjut yang sedang diupayakan baik Puskesmas maupun oleh pihak ASKES sendiri. Pada kasus penyakit kronis, kerjasama ASKES dan RSUD serta Puskesmas penanganan kasus yang dirujuk balik seperti;  DM dan hypertensi. Program baru lainnya yang masih perlu perhatian besar yaitu klinik sanitasi, klinik akupressor, pemberdayaan posyandu melalui NSDP serta Posbindu unuk Lansia.
---> KAMI PUSKESMAS MASSENGA SIAP UNTUK MENSUKSESKAN setiap PROGRAM

Selasa, 12 Juni 2012

Mini Workshop event Massenga Health Center (May 5, 2012)


Massenga health center workshops events held each month in order to evaluate the health center activities. It is also intended to discuss that arise in the implementation of field activities. Problems are discussed along with other problems, especially programs that continue to plan activities that will be implemented in the form (POA). Program of the most prominent problem is the problem KIA, Promkes after immunization and nutrition. Coordinator of health center midwives Massenga Hj. Jusma, AMd.Keb proposed optimization IMCI activities, while Abdul Azis, SKM convey the importance of the involvement of other sectors in the gutter cleaning. dr. Jamaluddin as the health center to participate actively in efforts to advise the smooth operation of health centers. For more nutrition program for the procurement of means of the scales and weigh the success of the program pursued. Meanwhile Usila by Husneny program, complained about the low participation AMd.Kep usila, so there should be a maximum effort. Last Program Promkes by Hj. Ida Hariyati, SKM, uncover obstacles stand in the implementation of the Village Village who do not have Pustu / village health post.
Acts as a field companion, Mr. HM Suaib, Kes and mother Hj. Yenni, SKM. Co-existence as the health center is very helpful in solving problems that arise, not only because of his experience so far, but also a strong desire to achieve maximum health center services. It comes down to quality health services, to realize a patient satisfaction.
STRONG SPIRIT AND DETERMINATION ..... ROUND and togetherness

AS THE CAPITAL OF THE SUCCESS .... DID NOT STOP BEFORE .... BRAVO PUSKESMAS

Minggu, 27 Mei 2012

Penilaian Lomba Sekolah Sehat

Perlombaan Sekolah sehat di maksudkan adalah memberikan motivasi kepada seluruh jajaran TP-UKS untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan UKS terhadap instansi terkait, serta meningkatkan pelaksanaan UKS di sekolah.
Penilaian sekolah sehat dilangsungkan di SD 003 Polewali dan SMP 2 Negeri Polewali. Penilai Lomba yang berasal dari Dinas Kesehatan (Ibu Hj. Baharia Husa, SKM, M.Kes ) dan Tim dari lintas Sektor lainnya. Penanggung jawab kegiatan UKS Ibu Berta Ponto, merasakan secara jujur perlu peningkatan baik pembinaan maupun kegiatan UKS sehingga dapat meraih kembali juara seperti tahun sebelum.
KITA MASIH PUNYA HARAPAN.... ITULAH YANG MASA DEPAN KITA YANG PERLU DIJAWAB MULAI DRI SEKARANG...

Jumat, 04 Mei 2012

Acara Mini Lokakarya Puskesmas Massenga (5 Mei 2012)

Acara loka karya Puskesmas Massenga yang dilaksanakan tiap bulan dalam rangka mengevaluasi kegiatan Puskesmas. Selain itu juga dimaksudkan untuk membahas yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan. Masalah yang dibahas terutama Program beserta masalah lain yang dilanjutkan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk (POA).Program yang paling menonjol masalahnya adalah masalah KIA, Promkes menyusul imunisasi serta gizi. Kordinator bidan Puskesmas Massenga Hj. Jusma, AMd.Keb mengusulkan pengoptimalan kegiatan MTBS, sedangkan Abdul Azis, SKM menyampaikan pentingnya keterlibatan sektor lain dalam kebersihan selokan. dr. Jamaluddin sebagai dokter Puskesmas ikut berpartisipasi aktif memberi saran dalam upaya kelancaran kegiatan dalam Puskesmas. Untuk program gizi lebih kepada pengadaan sarana timbangan dan kesuksesan program kejar timbang. Sementara itu program Usila oleh Husneny, AMd.Kep mengeluhkan rendahnya partisipasi usila, sehingga perlu ada upaya yang maksimal. Terakhir Program Promkes oleh Hj. Ida Hariyati, SKM, mengungkap kendala pelaksanaan Desa siaga pada wilayah Kelurahan yang tidak memiliki Pustu/Poskesdes.
Bertindak sebagai pendamping lapangan yaitu Bapak H.M. Suaib, M.Kes dan ibu Hj. Yenni, SKM. Selaku pendamping Puskesmas keberadaannya sangat membantu dalam memecahkan masalah yang timbul, tidak hanya karena pengalamannya selama ini, tetapi juga keinginannya yang kuat untuk mewujudkan pelayanan Puskesmas yang maksimal. Hal ini bermuara kepada pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga terwujud kepuasan pasien.
.....SEMANGAT KUAT DAN TEKAD BULAT SERTA KEBERSAMAAN

SEBAGAI MODAL POKOK DALAM KEBERHASILAN....TIDAK BERHENTI SEBELUM BERHASIL ....BRAVO PUSKESMAS MASSENGA