Kamis, 21 November 2013

Akupressur mendapat sambutan baik pasien sebagai solusi meningkatkan ASI ibu nifas

Add caption
ASI memang sangat penting bagi seorang bayi, bukan karena praktis dan murahnya tetapi bahan yang terkandung di dalamnya sangat lengkap dan penting. Menyadari pentingnya hal tersebut Puskesmas Massenga sudah memulai melakukan terapi akupressur pada ibu nifas. Walau masih tergolong baru hingga kini sudah beberapa pasien nifas yang dilayani.
Kesan yang muncul dari pasien sangat baik, karena terbukti kegiatan ini disambut dan diterima baik. Salah satu komentar pasien " Bagus ini tapi dilanjutkan terus jangan hanya diawal-awal saja"  ujarnya. Selanjutnya kami terus mengembangkan upaya lebih baik melalui umpan balik dari pasien. Ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan mutu layanan kami.
AKUPRESSUR BERBENAH TERUS .....ASI SANGAT PENTING

Minggu, 17 November 2013

SEPUTAR BPJS: Tanya Jawab BPJS

Pengertian BPJS

Apa itu BPJS Kesehatan?

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

Kapan BPJS Kesehatan mulai operasional?

BPJS Kesehatan mulai operasional pada tanggal 1 Januari 2014.

Apa itu Jaminan Kesehatan?

Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Siapa saja yang menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

Ada berapa kelompok peserta BPJS Kesehatan?

Peserta BPJS Kesehatan ada 2 kelompok, yaitu :
1.PBI jaminan kesehatan
2.Bukan PBI jaminan kesehatan

Apa yang dimaksud dengan PBI Jaminan Kesehatan?

PBI (Penerima Bantuan Iuran) adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah.

Siapa saja yang lain yang berhak menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan?

Yang berhak menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan lainnya adalah yang mengalami cacat total tetap dan tidak mampu.

Apa yang dimaksud dengan cacat total tetap dan siapa yang berwenang menetapkannya?

Cacat total tetap merupakan kecacatan fisik dan/atau mental yang mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan. Penetapan cacat total tetap dilakukan oleh dokter yang berwenang.

Siapa saja peserta bukan PBI Jaminan Kesehatan?

Peserta bukan PBI jaminan kesehatan terdiri atas:
1.Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya
2.Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya
3.Bukan pekerja dan anggota keluarganya

Apa yang dimaksud dengan pekerja?

Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain.

Apa yang dimaksud dengan pekerja penerima upah?

Pekerja penerima upah adalah setiap orang yang bekerja pada pemberi kerja dengan menerima gaji atau upah.

Siapa saja yang termasuk pekerja penerima upah?

Pekerja penerima upah terdiri atas:
1.Pegawai negeri sipil
2.Anggota TNI
3.Anggota POLRI
4.Pejabat negara
5.Pegawai pemerintah non pegawai negeri
6.Pegawai swasta dan
7.Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah.

Apa yang dimaksud dengan pekerja bukan penerima upah?

Pekerja bukan penerima upah adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas risiko sendiri.

Siapa saja yang termasuk pekerja bukan penerima upah?

Pekerja bukan penerima upah terdiri atas:1.Pekerja diluar hubungan kerja atau pekerja mandiri2.Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja bukan penerima upah.

Apa yang dimaksud dengan bukan pekerja?

Bukan pekerja adalah setiap orang yang tidak bekerja tapi mampu membayar iuran Jaminan Kesehatan.

Siapa saja yang termasuk bukan pekerja?

Yang termasuk kelompok bukan pekerja terdiri atas:

1.Investor;
2.Pemberi kerja;
3.Penerima pensiun;
4.Veteran;
5.Perintis kemerdekaan;
6.Bukan pekerja lain yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah.

Siapa saja yang dimaksud dengan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil?

Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil adalah Pegawai Tidak Tetap, Pegawai Honorer, Staf Khusus, dan pegawai lain yang dibayarkan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Siapa yang dimaksud dengan pemberi kerja?

Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara negara yang mempekerjakan pegawai negeri dengan membayar gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lainnya.

Siapa saja yang dimaksud dengan anggota keluarga?

Anggota keluarga yang dimaksud meliputi:
1.Satu orang istri atau suami yang sah dari peserta
2.Anak kandung, anak tiri dan/atau anak angkat yang sah dari peserta, dengan kriteria:
a.Tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri dan
b.Belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun yang masih melanjutkan pendidikan formal

Berapa jumlah peserta dan anggota keluarganya yang ditanggung?


Jumlah peserta dan anggota keluarga yang ditanggung oleh jaminan kesehatan paling banyak 5 (lima) orang.

Bagaimana bila jumlah peserta dan anggota keluarganya lebih dari 5 (lima) orang?


Peserta yang memiliki jumlah anggota keluarga lebih dari 5 (lima) orang termasuk peserta, dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dengan membayar iuran tambahan.

Apakah boleh penduduk Indonesia tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan?


Tidak boleh, karena kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib, meskipun yang bersangkutan sudah memiliki Jaminan Kesehatan lain.

Apa yang terjadi kalau kita tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Ketika sakit dan harus berobat atau dirawat maka semua biaya yang timbul harus dibayar sendiri dan kemungkinan bisa sangat mahal diluar kemampuan kita.

Kapan seluruh penduduk Indonesia sudah harus menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Paling lambat tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan yang dilakukan secara bertahap.



Sumber : Buku saku FAQ BPJS Kesehatan.

AKUPRESSUR sebagai pelayanan baru Puskemas Massenga

Upaya pemerintah dalam memajukan pembangunan kesehatan tidak hanya terbatas pada layanan modern. Tetapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan juga menyadari memadukan konsep kesehatan tradisional yang memang juga mengalami perkembangan, serta diminati oleh masyarakat.
Akupressur sebagai pengobatan alternatif nantinya menjadi lain bagi masyarakat untuk berobat. Oleh sebab itu puskesmas Massenga mencoba menjalankan kebijakan Kemenkes dengan membuka layanan baru. Salah seorang petugas Akupressur yakni Fatmawati merasa sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan tersebut. Selanjutnya dikatakan cukup gembira dapat menambah wawasan sehingga dengan antusias mencoba menerapkan ilmunya. Diawal pelaksanaan terfokus kepada pasien nifas agar ibu yang bersangkutan dapat memberi ASI kepada bayinya.
Sebagai program baru tentu mengalami kendala, baik sarana tempat maupun tarif yang harus digunakan. Olehnya itu harapan kedepan adanya tarif yang dikeluarkan berupa PERDA menjadi impian pelaksana.
SELAMAT ....SEMOGA AKUPRESSUR MENJADI PILIHAN ALTERNATIF TERBAIK DAN MENDAPAT DUKUNGAN DARI BERBAGAI PIHAK....AMIEN

Rabu, 21 Agustus 2013

SEMANGAT BARU PUSKESMAS MASSENGA

Upaya meningkatkan mutu pelayanan diperlukan sumberdaya sarana dan tenaga yang cukup. menyadari pentingnya hal tersebut perlu mengadakan pembenahan secara kontinyu dan berkelanjutan.
Berangkat dari keterbatasan adalah  titik tolak yang sangat baik dan perlu senantiasa berada dalam tatanan yang baik untuk bergerak sejajar dengan pelayanan kesehatan yang lain.
 selamat berubah.....itu sangat penting







Rabu, 24 Juli 2013

PELAKSANAAN POSBINDU DI KEL LANTORA KAB. POLEWALI MANDAR

Salam Sehat.
Tujuan diadakannya Posbindu adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan  keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan. Jadi dengan adanya Posbindu diharapkan adanya kesadaran dari usia lanjut untuk membina kesehatannya serta meningkatkan  peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam mengatasi kesehatan usia lanjut. Fungsi dan tugas pokok Posbindu yaitu membina lansia supaya tetap bisa beraktivitas, namun  sesuai kondisi usianya agar tetap sehat, produktif dan mandiri selama mungkin serta melakukan upaya rujukan bagi yang membutuhkan (Depkes, 2007).
Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
1.         Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia
2.         Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia
3.  Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
4.    Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia dalam usa meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.
      5.         Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat
         Pada tanggal 3 Juli 2013, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelayanan POSBINDU perdana bagi masyarakat lantora. Adapun petugas yan terlibat Muh. Anwar (Ka.UPT PKM Massenga), Sri Wahyuni (Pengelola Posbindu), Hj. Ida (Promkes) dan dibantu oleh Abd Azis dan H. Syaiful. Melalui kegiatan Posbindu di Kelurahan Lantora, kami berharap mampu mendeteksi juga penyakit tidak menular secara dini faktor resiko yang ada pada seseorang.
         Dalam kegiatan ini masyarakat cukup antusias memeriksakan dini kesehatannya, diantaranya pemeriksaan tekanan darah, gula, kolesterol, lingkar perut, lemak tubuh, IMT dan lainnya. Ini mencerminkan semakin sadarnya masyarakat terhadap kondisi kesehatan yang berkembang., terutama meningkatnya penyakit tidak menular.
PENYAKIT TIDAK MENULAR SEMAKIN MENINGKAT, KESADARAN UNTUK MENCEGAH HARUS JUGA MENINGKAT.......BRAVO

Kamis, 13 Juni 2013

PROGRAM DAN KEGIATAN dalam Perencanaan

Puskesmas merupakan puskesmas terbesar ke 4, yang senantiasa berupaya bersaing dengan Puskesmas lainnya. Dari hasil analisis SWOT yang ada terdapat potensi dan kendala dari sisi internal. Lihatlah potensi pengembangan tenaga yang senantiasa digenjot oleh Dinas Kesehatan, diantaranya pelatihan PONED, pelatihan PTM, pelatihan Batra (akupressor) serta banyak lagi yang tidak sempat disebutkan. Prasarana yang terus diupayakan pembenahan dan kelengkapannya, semakin menunjukkan indikasi akan adanya perubahan kearah yang lebih baik.
Tidak hanya sampai disitu, juga BPJS semakin dekat diambang mata. Ini akan menuntut kerja keras untuk perbaikan layanan kesehatan yang prima. Disamping itu upaya mendesak sekarang adalah menurunkan angka rujukan ke tingkat lanjut yang sedang diupayakan baik Puskesmas maupun oleh pihak ASKES sendiri. Pada kasus penyakit kronis, kerjasama ASKES dan RSUD serta Puskesmas penanganan kasus yang dirujuk balik seperti;  DM dan hypertensi. Program baru lainnya yang masih perlu perhatian besar yaitu klinik sanitasi, klinik akupressor, pemberdayaan posyandu melalui NSDP serta Posbindu unuk Lansia.
---> KAMI PUSKESMAS MASSENGA SIAP UNTUK MENSUKSESKAN setiap PROGRAM

Selasa, 12 Juni 2012

Mini Workshop event Massenga Health Center (May 5, 2012)


Massenga health center workshops events held each month in order to evaluate the health center activities. It is also intended to discuss that arise in the implementation of field activities. Problems are discussed along with other problems, especially programs that continue to plan activities that will be implemented in the form (POA). Program of the most prominent problem is the problem KIA, Promkes after immunization and nutrition. Coordinator of health center midwives Massenga Hj. Jusma, AMd.Keb proposed optimization IMCI activities, while Abdul Azis, SKM convey the importance of the involvement of other sectors in the gutter cleaning. dr. Jamaluddin as the health center to participate actively in efforts to advise the smooth operation of health centers. For more nutrition program for the procurement of means of the scales and weigh the success of the program pursued. Meanwhile Usila by Husneny program, complained about the low participation AMd.Kep usila, so there should be a maximum effort. Last Program Promkes by Hj. Ida Hariyati, SKM, uncover obstacles stand in the implementation of the Village Village who do not have Pustu / village health post.
Acts as a field companion, Mr. HM Suaib, Kes and mother Hj. Yenni, SKM. Co-existence as the health center is very helpful in solving problems that arise, not only because of his experience so far, but also a strong desire to achieve maximum health center services. It comes down to quality health services, to realize a patient satisfaction.
STRONG SPIRIT AND DETERMINATION ..... ROUND and togetherness

AS THE CAPITAL OF THE SUCCESS .... DID NOT STOP BEFORE .... BRAVO PUSKESMAS

Minggu, 27 Mei 2012

Penilaian Lomba Sekolah Sehat

Perlombaan Sekolah sehat di maksudkan adalah memberikan motivasi kepada seluruh jajaran TP-UKS untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan UKS terhadap instansi terkait, serta meningkatkan pelaksanaan UKS di sekolah.
Penilaian sekolah sehat dilangsungkan di SD 003 Polewali dan SMP 2 Negeri Polewali. Penilai Lomba yang berasal dari Dinas Kesehatan (Ibu Hj. Baharia Husa, SKM, M.Kes ) dan Tim dari lintas Sektor lainnya. Penanggung jawab kegiatan UKS Ibu Berta Ponto, merasakan secara jujur perlu peningkatan baik pembinaan maupun kegiatan UKS sehingga dapat meraih kembali juara seperti tahun sebelum.
KITA MASIH PUNYA HARAPAN.... ITULAH YANG MASA DEPAN KITA YANG PERLU DIJAWAB MULAI DRI SEKARANG...

Jumat, 04 Mei 2012

Acara Mini Lokakarya Puskesmas Massenga (5 Mei 2012)

Acara loka karya Puskesmas Massenga yang dilaksanakan tiap bulan dalam rangka mengevaluasi kegiatan Puskesmas. Selain itu juga dimaksudkan untuk membahas yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan. Masalah yang dibahas terutama Program beserta masalah lain yang dilanjutkan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk (POA).Program yang paling menonjol masalahnya adalah masalah KIA, Promkes menyusul imunisasi serta gizi. Kordinator bidan Puskesmas Massenga Hj. Jusma, AMd.Keb mengusulkan pengoptimalan kegiatan MTBS, sedangkan Abdul Azis, SKM menyampaikan pentingnya keterlibatan sektor lain dalam kebersihan selokan. dr. Jamaluddin sebagai dokter Puskesmas ikut berpartisipasi aktif memberi saran dalam upaya kelancaran kegiatan dalam Puskesmas. Untuk program gizi lebih kepada pengadaan sarana timbangan dan kesuksesan program kejar timbang. Sementara itu program Usila oleh Husneny, AMd.Kep mengeluhkan rendahnya partisipasi usila, sehingga perlu ada upaya yang maksimal. Terakhir Program Promkes oleh Hj. Ida Hariyati, SKM, mengungkap kendala pelaksanaan Desa siaga pada wilayah Kelurahan yang tidak memiliki Pustu/Poskesdes.
Bertindak sebagai pendamping lapangan yaitu Bapak H.M. Suaib, M.Kes dan ibu Hj. Yenni, SKM. Selaku pendamping Puskesmas keberadaannya sangat membantu dalam memecahkan masalah yang timbul, tidak hanya karena pengalamannya selama ini, tetapi juga keinginannya yang kuat untuk mewujudkan pelayanan Puskesmas yang maksimal. Hal ini bermuara kepada pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga terwujud kepuasan pasien.
.....SEMANGAT KUAT DAN TEKAD BULAT SERTA KEBERSAMAAN

SEBAGAI MODAL POKOK DALAM KEBERHASILAN....TIDAK BERHENTI SEBELUM BERHASIL ....BRAVO PUSKESMAS MASSENGA

Sabtu, 28 April 2012

PRESENTASI HASIL PERTEMUAN DAN PELATIHAN

Staf Puskesmas Massenga melakukan kegiatan presentasi didepan kepala UPT dan staf lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberi pemahaman bersama terhadap kegiatan/program Puskesmas yang akan dilaksanakan.
Kegiatan KIA dimulai dengan menyampaikan materi manajemen lactasi bagi busui, disusul penggunaan buku KIA dan terakhir tentang pemeriksaan DDR bagi K1 Bumil dan Pasien dengan gejala demam. (28 April 2012)
....KEGIATAN BELAJAR PENTING UNTUK MENG-UPDATE PENGETAHUAN KITA....

Selasa, 24 April 2012

Jadwal Pemeriksaan Calon Jemaah Haji Tahun 2012 TAHAP I Puskesmas Massenga Kab. Polewali Mandar (1 Mei 2012)

Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tahap pertama di mulai pada tanggal 1 Mei 2012. Puskesmas Massenga Kabupaten Polewali Mandar ditetapkan sebagai wilayah I meliputi wilayah Puskesmas Binuang, Massenga dan Pekkabata (rincian menurut Desa)
Untuk wilayah Puskesmas Massenga sudah dapat memeriksakan diri langsung ke Puskesmas pada jam kerja. Pemeriksaan CJH yang diberangkatkan pada musim Haji 2012 M/1433 H dilaksanakan lebih awal sehingga dapat di lakukan pembinaan kepada CJH agar penyakit bisa dideteksi lebih awal dan penanganan lebih dini terhadap penyakit yang dapat mengganggu kekhusyuan beribadah nantinya.
Tim Pemeriksa Kesehatan Haji di harapkan mampu memberikan pelayanan maksimal. Ini dimaksudkan agar menurunkan angka kesakitan dalam pelaksanaan ibadah haji.
MARI PERIKSAKAN KESEHATAN ANDA......SEMOGA MENJADI HAJI YANG MABRUR

Untuk informasi lebih lanjut : sdr Tim Pemeriksa Kesehatan Haji Puskesmas Massenga

Senin, 23 April 2012

Seminar Praktek Kebidanan

Kegiatan PK III STIKES Biges diakhiri dengan seminar untuk membahas hasil observasi dan praktek kebidanan selama ini. Materi yang dibahas yaitu Patologi dalam kebidanan, diantaranya terjadinya retencio plasenta.
Dalam kegiatan ini, juga dihadiri oleh 2 dokter yang sudah mengikuti PONEK, 2 bidan pendamping. Kehadirannya menjadi penting untuk memberikan masukan hasil temuan peserta praktek. Sedangkan dari pihak peserta praktek dikuti sebanyak 19 orang. Proses seminar diawali dengan penayangan oleh peserta praktek yang selanjutnya tanya jawab.  SEMOGA HASIL YANG DIPEROLEH BERMANFAAT

Sabtu, 21 April 2012

Memulai Program STBM di Kelurahan Lantora

Kelurahan Lantora salah satu wilayah Puskesmas Massenga, pada bulan maret 2012 lalu telah memulai program STBM. Kegiatan ini berlangsung baik dengan dukungan dari seluruh kepala lingkungan, kader dan Toma serta PKK.
Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang sudah berlangsung dengan hasil yang cukup signifikan dalam mengangkat penggunaan WC. Tidak hanya sampai disitu angka penyakit diare juga berhasil ditekan. Walaupun kegiatan ini non subsidi/ tidak ada bantuan tetapi ternyata masyarakat umumnya memiliki keinginan untuk memilki WC. Kendala utama adalah masalah ekonomi serta persepsi WC yang memenuhi syarat yang salah. SUKSES dan AYO HIDUP SEHAT

Kebangkitan Puskesmas Massenga Maret 2012

Puskesmas Massenga merupakan Puskesmas terbesar dari 4 puskesmas yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu Puskesmas ini lebih dikenal dengan BKIA, oleh karena merupakan upaya yang dilakukan sudah berjalan lama dan cukup banyak ditolong. Pertolongan yang umumnya dilakukan oleh bidan yang senior sehingga menambah kepercayaan masyarakat untuk berkunjung.
Puskesmas Massenga pernah mendapat prestasi terbaik di antara Puskesmas lainnya, pada awal tahun 2000-an. Namun beberapa tahun terakhir mulai menurun, kini ditahun 2012 mencoba bangkit dan bersemangat untuk meraih kembali prestasi yang hilang. SELAMAT BERJUANG KEPADA SELURUH STAF...AYO BANGKIT